PERENCANAAN
PERSEDIAAN BAHAN BAKU DI PT.ANGSA DAYA
Nama :Tubagus Banurusman Bisva
NIM :41612010039
SUMBER SKRIPSI:
PERENCANAAN
PERSEDIAAN BAHAN BAKU DI PT.ANGSA DAYA
Disusun
oleh:
Nama :Chungking Panjaitan
NIM :41606110059
Program
Studi :Teknik Industri
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
•
Persediaan
bahan baku sebagai kekayaan perusahaan memiliki peranan penting di dalam
operasi bisnis perusahaan.
•
Metode
EOQ (Economic Order Quantity) merupakan salah satu metode yang paling sering
digunakan untuk mengetahui jumlah persediaan bahan baku.
•
Karena
dengan perhitungan EOQ akan mengetahui jumlah persediaan yang efisien dan
diketahui juga biaya yang dikeluarkan perusahaan dengan persediaan bahan baku
yang dimilikinya.
•
PT
Angsa Daya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang industri
keramik,selama ini perusahaan dalam kegiatan produksi sistem persediaan nya
tidak menggunakan teknik EOQ,sehingga sering mengalami kekurangan bahan baku
ketika proses produksi sedang berjalan. Hal ini cukup menggangu permintaan
ekspor harus tepat waktu.
BAB II
LANDASAN TEORI
LANDASAN TEORI
•
Untuk
mencapai tujuan perusahaan ,faktor yang harus diperhatikan adalah: Tenaga
kerja,Mesin,Modal,Bahan baku,Manajemen.
•
Material
merupakan salah satu faktor utama industri manufaktur,oleh karena itu dilakukan
manajemen material
•
Tujuan
manajemen material adalah tersedianya material dalam jumlah,kualitas,harga dan
waktu yang tepat.
•
Economic
Order Quantity (EOQ) adalah salah satu teknik pengendalian persediaan yang
paling dikenal secara luas dan sering digunakan.
•
Persediaan
pengaman (Safety Stock) adalah persediaan tambahan yang diadakan untuk
melindungi atau menjaga kemungkinan kekuragan bahan baku.
•
Titik
pemesanan kembali adalah suatu titik atau batas dari jumlah persediaan yang ada
pada suatu saat dimana pemesanan harus diadakan kembali
BAB III
METODE PENELITIAN
METODE PENELITIAN
•
Metode
yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah metode deskriptif ,yaitu
penelitian yang bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis,Factual dan
akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat dari objek penelitian yang bersifat
nyata.
•
Dengan
cara mengumpulkan data dan informasi mengenai kebijakan persediaan bahan baku
keramik di PT. Angsa Daya dan membandingkan dengan hasil analisa yang
berhubungan dengan kebijakan persediaan bahan baku.
•
Metode
pengumpulan data dengan:Teknik observasi,Teknik Interview.
•
Penelitian
ini menggunakan metode analisis EOQ (Economic Order Quantity).
•
Dengan
membandingkan kebijakan perusahaan saat
ini dengan metode EOQ,maka langkah selanjutnya adalah mengambil keputusan,apakah
kebijakan yang diambil perusahaan menguntungkan
dibanding EOQ.
BAB IV
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
•
Data-data
bahan baku keramik yang dikumpulkan adalah:
a.
Jenis
bahan baku yang digunakan
b.
data
harga jenis bahan baku
c.
data
pemakaian bahan baku
d.
biaya
pemesanan
e.
biaya
penyimpanan
f.
persediaan
pengaman
g.
titik
pemesanan kembali
h.
waktu
pemesanan.
BAB V
ANALISA PEMECAHAN MASALAH
ANALISA PEMECAHAN MASALAH
•
Selama
ini PT. Angsa Daya menggunakan metode
pengendalian bahan baku berdasarkan pengalaman yang diterapkan selama ini,metode
tersebut beresiko apabila terjadi kesalahan dalam melakukan perkiraan pemakaian
bahan baku yang akan diproduksi.
•
Dengan
metode EOQ sehingga resiko kekurangan bahan dapat diatasi dengan baik.
•
Perusahaan
dapat menekan biaya persedian bahan baku
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN DAN SARAN
•
Setelah
dilakukan analisa tentang kebijakan persediaan bahan baku di PT.Angsa Daya,maka
dapat disimpulkan:
1.
Dengan
metode yang digunakan perusahaan total biaya persediaan bahan baku sebesar
Rp.363.678.507.330 per tahun
2.
Dengan
menggunakan metode EOQ,total biaya persediaan bahan baku sebesar
Rp.362.426.616.690 per tahun
3.
Setelah
dilakukan perbandingan metode perusahaan dengan EOQ, PT. Angsa Daya dapat
menghemat biaya persediaan sebesar Rp.1.251.890.640 per tahun
4.
Dari
hasil analisa yang telah dilakukan,dengan mengunakan emetode EOQ perusahaan
dapat menekan biaya persediaan sebesar Rp.1.251.890.640
Saran:
1.
Memerhatikan
pengendalian bahan baku
2.
Pengaturan
tata letak gudang
3.
Penggunaan
bahan baku pada waktu proses produksi dioptimalkan
4.
Agar
perusahaan menggunakan metode EOQ