Manfaat Tanaman Cincau
Cincau adalah gel serupa
agar-agar yang diperoleh dari perendaman daun (atau organ lain) tumbuhan
tertentu dalam air. Gel terbentuk karena daun tumbuhan tersebut mengandung
karbohidrat yang mampu mengikat molekul-molekul air.
Kata cincau
sendiri berasal dari dialek Hokkian sienchau (xiancao) yang lazim
dilafalkan di kalangan Tionghoa di Asia Tenggara. Cincau sendiri di bahasa
asalnya sebenarnya adalah nama tumbuhan (Mesona spp.) yang menjadi bahan
pembuatan gel ini.
Di Indonesia,
ada dua jenis cincau. Yang pertama adala cincau hitam yang lazim dijual
sebagaimana di Cina, Korea, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Yang kedua
adalah cincau hijau yang banyak diproduksi di Bandung, Jawa Barat. Di
Bandung cincau hijau disebut juga camcau. Kini penjualan es camcau
Bandung sudah menyebar ke mana-mana terlebih di Jawa.
Bahan baku utama cincau hitam adalah tanaman yang di Jawa dikenal dengan
nama janggelan (Mesona palustris BL). Di Cina, bahan baku cincau
hitam adalah ekstrak daun Mesona procumbens H. yang telah dikeringkan,
bentuknya mirip janggelan. Tanaman janggelan merupakan tanaman perdu, tumbuh
dengan baik pada ketinggian antara 150-1.800 meter dari permukaan laut.
Pohon janggelan yang telah dipanen selanjutnya dikeringkan dengan cara menghamparkannya di atas permukaan tanah, hingga warnanya berubah dari hijau menjadi cokelat tua. Tanaman cincau yang telah kering inilah yang merupakan bahan baku utama pembuatan cincau hitam.
Untuk membentuk gel (cincau yang sudah jadi), ekstrak janggelan harus ditambahkan pati (tepung), kemudian dipanaskan sambil diaduk dengan cepat hingga mendidih dan membentuk adonan yang jernih. Adonan tersebut selanjutnya dituang ke dalam cetakan, kemudian didinginkan pada suhu kamar sampai terbentuk gel.
Pohon janggelan yang telah dipanen selanjutnya dikeringkan dengan cara menghamparkannya di atas permukaan tanah, hingga warnanya berubah dari hijau menjadi cokelat tua. Tanaman cincau yang telah kering inilah yang merupakan bahan baku utama pembuatan cincau hitam.
Untuk membentuk gel (cincau yang sudah jadi), ekstrak janggelan harus ditambahkan pati (tepung), kemudian dipanaskan sambil diaduk dengan cepat hingga mendidih dan membentuk adonan yang jernih. Adonan tersebut selanjutnya dituang ke dalam cetakan, kemudian didinginkan pada suhu kamar sampai terbentuk gel.
Berikut adalah uraian dari Tanaman cincau:
|
Uraian :
Tumbuhan Cincau (Cylea barbata) termasuk tumbuhan berbatang merambat , diameter lingkar batang kecil, kulit batangnya kasap dan berduri. Panjang batangnya mampu mencapai belasan meter dan daunnya berbentuk perisai dengan permukaan dengan permukaan dipenuhi bulu. Bunga tumbuhan ini berwara kuning dengan buah batu berwarna merah mempunyai bentuk lonjong. Tumbuhan ini sering ditemukan di daerah terbuka tepi hutan atau semak belukar, Tetapi ada juga yang dipelihara dan merambat pada semak belukar,. Tetapi ada juga yang dipelihara merambat pada pagar tanaman. Tumbuhan Cincau cocok tumbuh di daerah yang mempunyai ketinggian kurang dari 1000 meter di atas permukaan laut. |
|
Nama Lokal :
Cincau (Indonesia), Camcao, Juju, Kepleng (Jawa); Camcauh, Tahulu (Sunda); |
Daun cincau, luar biasa khasiatnya. Diantaranya
dapat mengobati beberapa penyakit diantaranya obat panas, obat demam ,
panas dalam, sakit perut (mual) , diare, penyakit Vertigo, saluran pencernaan
, hipertensi dan Kolesterol. maag yang kronis juga bisa di obati dengan
ramuan ini asal rutin .
Penelitian ilmiah pun menambah daftar panjang
khasiatnya salah satunya sebagai antikanker.
Daun cincau hijau mengandung senyawa dimetil kurin-1 dimetoidida. Zat
ini bermanfaat untuk mengendurkan otot. Senyawa lain seperti isokandrodendrin
dipercaya mampu mencegah sel tumor ganas. Cincau juga mengandung alkaloid
bisbenzilsokuinolin dan S,S-tetandrin yang berkhasiat mencegah kanker pada
ginjal, antiradang, dan menurunkan tekanan darah tinggi.
sejumlah senyawa flavonoid bersifat mencegah
radang (anti-inflamatori) dan menurunkan kadar asam lambung. Senyawa flavonoid
terdapat pada beberapa tumbuhan obat, seperti cincau (Premna serratifolia),
camcau (Cyclea barbata), dan juga para kerabatnya dari famili Menispermaceae.
Daun cincau mengandung bahan kimia berupa senyawa aktif Premnazole dan Phenyl butazone. Premnazole (alkaloid isoxazol) dari hasil isolasi daun cincau sebagai senyawa antiradang yang bisa menurunkan pembentukan tumor pada jaringan granulasi yang menyerang butir-butir dalam protoplasma (granuloma).
Daun cincau mengandung bahan kimia berupa senyawa aktif Premnazole dan Phenyl butazone. Premnazole (alkaloid isoxazol) dari hasil isolasi daun cincau sebagai senyawa antiradang yang bisa menurunkan pembentukan tumor pada jaringan granulasi yang menyerang butir-butir dalam protoplasma (granuloma).
Tak salah memang, terbukti lewat penelitiannya, Jurusan Teknologi Pangan
dan Gizi IPB membenarkan bahwa cincau mengandung antioksidan dan mampu
mematikan sel kanker. Hasil penelitian membeberkan, pemberian ekstrak daun
cincau, khususnya cincau hijau pada tikus percobaan terbukti dapat membunuh sel
tumor secara mengagumkan.
Potensi cincau juga diuji dengan cara dipaparkan pada empat jenis sel kanker, yaitu sel kanker darah (leukemia), kanker mulut rahim, paru, dan payudara. Ekstrak daun cincau ternyata mampu secara mengagumkan membunuh sel kanker darah (leukemia) sebesar 55-90 persen. Sementara kemampuan cincau membunuh sel kanker lain sekira 60 persen. Hal ini menunjukkan cincau hijau mengandung komponen bioaktif pembunuh sel kanker.
Potensi cincau juga diuji dengan cara dipaparkan pada empat jenis sel kanker, yaitu sel kanker darah (leukemia), kanker mulut rahim, paru, dan payudara. Ekstrak daun cincau ternyata mampu secara mengagumkan membunuh sel kanker darah (leukemia) sebesar 55-90 persen. Sementara kemampuan cincau membunuh sel kanker lain sekira 60 persen. Hal ini menunjukkan cincau hijau mengandung komponen bioaktif pembunuh sel kanker.
Sumber :
Sumber Gambar :
·
http://dauncincauefendi.blogspot.com/2012/08/dapatkan-cincau-hijau-disini.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar