Rabu, 19 September 2012

Artikel Bahaya obat warung


Bahaya obat warung
Obat adalah sesuatu yang bisa membuat orang menjadi lebih sehat jika dikonsumsi. Namun, apabila dosis yang digunakan tidak sesuai maka obat tersebut tidak akan memiliki efek yang tepat malah bisa menimbulkan bahaya seperti keracunan dan mengalami efek samping.
Tahukah Anda apakah obat warung itu? Obat warung adalah istilah yang biasa diberikan bagi obat-obatan yang bisa dibeli bebas dan tidak membutuhkan preskripsi dari ahli medis profesional (dokter). Obat-obatan semacam ini bisa diperoleh di warung, supermarket, minimarket, apotik, dan hampir semua toko barang kebutuhan sehari-hari. Istilah kerennya adalah obat over the counter atau OTC, karena obat semacam ini ada di setiap etalase toko-toko pada umumnya
‘Obat warung’ yang dimaksud di sini adalah obat-obatan yang mengandung satu atau lebih zat dengan penandaan label lingkaran hijau. Biasanya digunakan untuk meredakan pusing, nyeri, flu, batuk, hidung tersumbat, sakit lambung (sakit maag), diare/mencret, dan sembelit (konstipasi). Berikut adalah kandungan obat-obatan yang dimaksud.
1.       Parasetamol
Di pasaran bebas, parasetamol tersedia dalam bentuk tablet maupun sirup (termasuk sirup tetes). Obat yang digunakan untuk mengatasi pusing dan demam ini memang tergolong paling aman dibandingkan dengan obat pusing/demam lainnya. Penggunaan parasetamol dosis tinggi (diatas 2g sehari) dalam jangka waktu panjang dapat memicu terjadinya efek toksik pada hati. Tips : parasetamol tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam dosis tinggi dan secara rutin tanpa pemantauan dari dokter atau apoteker.
2.       Bromhexine HCl
Di pasaran bebas, bromhexine ada dalam bentuk sirup. Bromhexine lazim digunakan untuk mengencerkan dahak pada penderita batuk berdahak. Efek samping yang dapat muncul yaitu diare, mual, gangguan saluran cerna ringan. Tips :Untuk menghindari efek tidak nyaman pada pencernaan, bromhexine sebaiknya diminum sesudah makan.
3.       Guaifenesin atau Gliseril Guaiakolat
Giafenesin tersedia dalam tablet maupun sirup. Obat ini digunakan untuk mengencerkan dahak pada batuk.Bila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dapat memicu terbentuknya batu ginjal. Tips : gunakan sesuai aturan pakai.
4.       Chlorpheniramine maleat (CTM)
Merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi alergi. Efek samping yang paling sering muncul adalah efek mengantuk dan haus yang ditimbulkan. Tips :pengguna CTM tidak disarankan untuk mengemudikan kendaraan setelah dan selama masih meminum CTM.
5.       Pseudoephedrine HCl (hanya tersedia dalam kombinasi dengan obat lain)
Pseudoephedrine  biasanya digunakan bersamaan dengan paracetamol dan obat antialergi (CTM atau loratadine) untuk meredakan gejala flu. Pseudoephedrine sendiri digunakan untuk meredakan hidung tersumbat. Efek samping yang dapat muncul yaitu tremor (gemetar), gejala sulit tidur, detak jantung tidak teratur, meningkatnya tekanan darah, hilang nafsu makan, dan mulut terasa kering.Namun efek samping perlahan akan hilang ketika pemakaian obat dihentikan. Tips : bila muncul efek samping tersebut dan sudah tidak dapat ditoleransi (tidak dapat ditahan dan terasa tidak nyaman) hentikan penggunaan dan segera hubungi dokter terdekat.
6.       Phenylpropanolamine (hanya tersedia dalam kombinasi dengan obat lain)
Fungsi phenilpropanolamine sama dengan pseudoephedrine, yaitu untuk meredakan gejala hidung tersumbat pada flu. Efek samping yang dapat muncul pun relatif sama dengan pseudoephedrine.
7.       Antasida (Alumunium hidroksida dan magnesium hidroksida)
Antasida, baik dalam bntuk tablet maupun cairan suspensi digunakan untuk meredakan gejala serangan tukak (sakit maag). Efek samping yang dapat muncul yaitu mual, diare atau konstipasi (sembelit) yang meningkat resikonya sesuai dengan kenaikan dosis. Tips : perbanyak konsumsi air putih saat meminum antasida.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan mengenai efek samping obat adalah reaksi alergi. Pada pengguna yang alergi (hipersensitif) pada obat-obatan tersebut maupun bahan formulasi lain yang terkandung dalam obat, meminum obat tersebut dapat memicu reaksi alergi. Kejadian alergi ini relatif jarang terjadi namun tetap perlu kita cermati. Bila muncul reaksi alergi (misalnya ruam, kulit kemerahan, gatal, bengkak, demam, detak jantung cepat, nafas sesak dan tersengal) setelah meminum obat, segera hentikan penggunaan dan hubungi dokter terdekat.
salah satu contoh penjelasan bahaya obat warung yang biasa digunakan saat sedang merasakan sakit gigi,Berbicara tentang sakit gigi tentu yang kita bayangkan adalah rasa yang menyiksa, tidak bisa tidur, tidak bisa makan, apa-apa ga enak dan juga gabisa beraktifitas. Serba salah memang dan sebagian orang melampiaskan kesakitannya dengan minum obat yang asal yang banyak dijual belikan di warung rumahan. Memang tidak masalah ketika obat tersebut memang sudah terdaftar dan berijin. Namun akan menjadi masalah jika yang diminum adalah obat puyer misalnya yang tidak jelas kandungan dan juga belum terdaftar di depkes RI.
Kapan Saat yang Tepat untuk Minum Obat?
Mengkonsumsi obat, baik obat bebas atau obat dengan resep dokter termasuk antibiotik sebaiknya tidak dilakukan saat perut dalam keadaan kosong karena dapat menyebabkan efek yang buruk. Selalu gunakan air putih bukan kopi, susu atau teh saat minum obat. Dan yang terpenting selalu ikuti anjuran pemakaian agar terhindar dari efek samping yang berbahaya.


Apa gunanya amoksilin / amoxsicilyn untuk sakit gigi anda?
Amoksisilin banyak orang menyebutnya seperti itu, orang awam menganggapnya obat sakit gigi yang banyak digunakan. Namun sebenarnya tidak semua jenis sakit gigi bisa disembuhkan hanya dengan obat ini.
Apa akibat jika anda meminum obat warung tanpa takaran yang jelas untuk mengobati sakit gigi?
Nah dosis sangat penting untuk diperhatikan, kenapa karena ini akan berhubungan dengan metabolisme tubuh. Obat kadang akan dianggap racun oleh tubuh sehingga ini akan memberatkan organ hati dan juga ginjal, sehingga bisa berakibat pada kerusakan dari fungsi organ kita tersebut. Jadi bijaklah dalam minum obat. Jika anda tidak tau lebih baik anda tanyakan dahulu, apalagi untuk anak-anak anda harus ekstra hati-hati.

Sekali lagi, walaupun obat-obatan di atas merupakan obat bebas, bukan berarti bebas dari efek samping dan resiko. Oleh karena itu, kenali dan pahami efek samping serta penanganannya. Bila efek samping tak tertahankan atau gejala tidak mereda, segera hentikan penggunaan dan hubungi dokter.  Untuk informasi ebih lanjut, tanyakanlah pengobatan yang Anda terima pada apoteker.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar