Senin, 24 Desember 2012

Bahaya sakit gigi


Banyak orang menyepelekan perawatan gigi dan mulut. Padahal infeksi bakteri pada gigi sama bahayanya dengan kadar kolesterol tinggi dan perokok untuk penyakit jantung.
Menurut dokter gigi Alexander dari Dental Care Artha Gading, dalam mulut terdapat sekitar 700 bakteri, apabila tidak rajin memelihara kesehatan gigi, kuman akan masuk ke aliran darah dan menimbulkan penyakit jantung.
“Mulut adalah tempat terkotor dalam tubuh manusia,” katanya. Mulut yang terserang oleh penyakit gigi dan gusi akan dipenuhi oleh bakteri. Pasukan mikroorganisme ini terhimpun dalam plak yang lengket pada gigi.
Sangat berbahaya apabila mereka lolos ke dalam pembuluh darah. Jika pembuluh darah tersumbat, oksigen tidah samapai ke otak akan menyebabkan stroke.
Plak akan memungkinkan bermuara hingga ke otak atau jantung. Berawal dari sekedar gigi berlubang, bakteri bisa menyerang katup maupun otot jantung.
Gejalanya bisa demam, bising jantung, pendarahan dibawah kulit bahkan penyumbatan pembuluh darahkecil di organ tubuh lainnya.
Menurut riset seseorang dengan penyakit pada gusi berisiko 2-3 kali lebih tinggi terkena serangan jantung dari pada orang dengan gusi sehat. Alexander menyarankan gigi tidak di cabut dalam keadaan sakit dan gusi bengkak. Apabila di paksa, isi jarum suntik bisa bercampur dengan nanah, nah dari situ bakteri menyebar keseluruh tubuh lewat aliran darah.
“Penyebab serangan jantung dan stroke bukan pengaruh saraf gigi, tapi karena bakteri yang kotor atau penyumbatan nanah pada saluran darah,” katanya.
Waktu yang tepat untuk mencabut gigi adalah ketika sakit telah mereda. Sebaliknya, untuk dokter, agar tidak menambal gigi yang sedang sakit. Saat gigi mengalami infeksi, racun yang berasal dari tambalan gigi dapat menghilangkan sistem kekebalan tubuh yang menimbulkan penyakit degeneratif kronis di seluruh tubuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar