![]() |
| heaven Batavia tempo dulu yang kini menjadi sunda kelapa |
Portugis adalah bangsa Eropa pertama yang tiba di Sunda Kelapa pada 1512 untuk mencari rempah-rempah yang amat diminati dunia Barat. Keberadaan mereka ternyata tidak berlangsung lama. Gabungan kekuatan Kerajaan Banten dan Demak dipimpin Sunan Gunung Jati atau dikenal dengan nama Fatahillah menguasai Sunda Kelapa dan mengganti namanya menjadi Jayakarta yang artinya kemenangan yang nyata pada 22 Juni 1527.
Kemudian Belanda tiba tahun 1596 dengan tujuan yang sama, yaitu mencari rempah-rempah. Rempah-rempah memang menjadi komoditas andalan bangsa-bangsa Eropa pada saat itu. Para pedagang Belanda awalnya mendapat sambutan hangat dari Pangeran Wijayakrama. Namun, hubungan mesra tersebut buyar ketika Belanda mengingkari perjanjian perdagangan. Lambat laun, hubungan pun berubah menjadi penjajahan.
![]() |
| pelabuhan sunda kelapa tempo dulu |
Padahal, kompleks kawasan bersejarah itu termasuk dalam perencanaan pembangunan koridor sejarah Jakarta yang dicanangkan sejak masa Ali Sadikin. Berkali-kali pemimpin Jakarta berganti, gagasan revitalisasi kota tua termasuk di dalamnya realisasi pembangunan koridor sejarah Jakarta, hanya sebatas rencana di atas kertas.
Seiring dengan perkembangan teknologi pada dunia pelayaran, banyak tuntutan dari dunia luar untuk melabuhkan kapal-kapal yang terbuat dari baja yang tidak bisa berlabuh di pelabuhan sunda kelapa karena strukturnya tepiannya yang dangkal. Kemudian dicarilah daerah pesisir terdekat yang lebih dalam untuk dijadikan pelabuhan bagi kapal-kapal besar dengan muatan yang lebih banyak. Tanjung priok menjadi daerah yang tepat.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar