Cairan yang paling penting yang perlu diketahui oleh seorang ibu
hamil adalah cairan yang fungsinya sedikit mirip dengan kantung undara
untuk bayi anda yang sedang tumbuh: air ketuban. Sebagai produk
metabolisme janin, air ketuban memiliki beberapa tujuan: dia membantu
pertukaran zat-zat antara ibu dan bayi, sebagai penghalang fisik yang
melindungi si janin ( semacam bantalan terhadap trauma, seperti
kecelakaan, dll), dan juga sebagai bagian sistem imun seorang bayi,
karena air ketuban mengandung kimiawi-kimiawai imun yang memerangi
berbagai jenis virus dan bakteri. Fakta lain yang tak kalah menarik:
cairan tersebut melapisi kedua sisi membran timpanik pada telinga bayi,
sehingga bunyi bisa masuk dari telinga luar ke telinga dalam.
Bayi-bayi
juga membutuhkan air ketuban untuk perkembangan paru-paru. Paru-paru
seorang bayi yang baru lahir mirip dengan pembungkus plastik yang kusut.
Ketika sebuah janin, menghisap air ketuban, dia merangsang produksi
jaringan-jaringan paru-paru untuk berkembang. Namun, terlalu banyak
insulin pada si anak, seperti dalam kasus diabetes selama hamil,
menghambat produksi surfactan, bisa memperlambat perkembangan paru-paru
dan menimbulkan stress pada bayi yang baru lahir.
Air ketuban juga
merupakan perangkat diagnosis yang hebat karena dia memberi kita
isyarat-isyarat tentang perkembangan yang sedang terjadi di dalam rahim.
Selain terendam di dalam air ketuban, yang membantu melatih janin untuk
menyeimbangkan dirinya dalam ruang, layaknya seorang pesenam, janin
juga secara konstan menghisap dan mengembuskan cairan tersebut,
kira-kira 340 ml perhari, atau kurang dari 500 ml. Sang janin
memuntahkan kembali kira-kira setengah dari jumlah itu dan sisanya
dikeluarkan dalam bentuk air seni. Air ketuban diperbarui seluruhnya
setiap tiga hari, jadi bukan cairan yang sama sepanjang kehamilan.
Ada
beberapa alasan jumlah air ketuban berubah-ubah, dan para dokter
menaksir volumenya untuk mengenali potensi maasalah. Contoh jika dokter
mendeteksi terlalu banyak cairan saat pemeriksaan USG, bayi itu mungkin
bermasalah dalam sistem menelan dan pencernaan. Terlalu sedikit cairan
bisa berarti ginjal-ginjal janin tidak berkerja sebagaimana mestinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar