Jumat, 14 Desember 2012

Pelepasan Tukik

KULONPROGO - Sebanyak 400 ekor tukik atau anak penyu dilepasliarkan ke habitat alamnya di Pantai Trisik, Kulonprogo, Yogyakarta.

Pelepasan ini dilakukan para pelajar SD di wilayah Galur. Ini merupakan upaya untuk melindungi penyu dari kepunahan.

Setidaknya ada tiga jenis tukik yang dilepasliarkan ke alam, yaitu penyu hijau (cheloniamydas), penyu belimbing (Dermochelys Coriacea), dan penyu Sisik (Eretmochelys Imbricata). Tukik ini merupakan hasil penangkaran secara tradisional oleh kelompok konservasi "Penyu Abadi" Trisik.

"Tukik ini merupakan hasil dari telur-telur penyu yang ditemukan pada periode Mei sampai Agustus 2009," jelas Ketua Konservasi "Penyu Abadi" Trisik, Joko Samudra, Kamis (10/9/2009).

Menurutnya, selama lima tahun ini jumlah penyu yang mendarat di Trisik mengalami peningkatan. Sekira lima tahun lalu, hanya ada tiga sampai empat penyu yang bertelur di sepanjang pantai. Namun saat ini bisa mencapai 13 ekor selama satu musim. Setiap sarang telur bisa ditemukan hingga 150 butir telur.

Pada masa lalu, pantai Trisik terkenal dengan banyaknya penyu hijau yang bersarang di darat. Namun akibat perburuan yang dilakukan besar-besaran habitat penyu mejadi habis. Kondisi ini menjadikan penyu langka dan nyaris punah.

Untuk mengembalikan ekosistem yang ada, sejumlah nelayan secara sadar membentuk kelompok konservasi penyu. Mereka akan membeli seharga Rp2.000 telur-telur yang ditemukan warga di sepanjang pesisir. Telur ini kemudian dikumpulkan menjadi satu untuk ditetaskan. Setelah dua atau tiga bulan menetas, penyu dilepaskan kembali ke laut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar