KULONPROGO - Sebanyak 400 ekor tukik atau anak penyu dilepasliarkan ke habitat alamnya di Pantai Trisik, Kulonprogo, Yogyakarta.
Pelepasan ini dilakukan para pelajar SD di wilayah Galur. Ini merupakan upaya untuk melindungi penyu dari kepunahan.
Setidaknya ada tiga jenis tukik yang dilepasliarkan ke alam, yaitu penyu hijau (cheloniamydas), penyu belimbing (Dermochelys Coriacea), dan penyu Sisik (Eretmochelys Imbricata). Tukik ini merupakan hasil penangkaran secara tradisional oleh kelompok konservasi "Penyu Abadi" Trisik.
"Tukik ini merupakan hasil dari telur-telur penyu yang ditemukan pada
periode Mei sampai Agustus 2009," jelas Ketua Konservasi "Penyu Abadi"
Trisik, Joko Samudra, Kamis (10/9/2009).
Menurutnya, selama
lima tahun ini jumlah penyu yang mendarat di Trisik mengalami
peningkatan. Sekira lima tahun lalu, hanya ada tiga sampai empat penyu
yang bertelur di sepanjang pantai. Namun saat ini bisa mencapai 13 ekor
selama satu musim. Setiap sarang telur bisa ditemukan hingga 150 butir
telur.
Pada masa lalu, pantai Trisik terkenal dengan banyaknya
penyu hijau yang bersarang di darat. Namun akibat perburuan yang
dilakukan besar-besaran habitat penyu mejadi habis. Kondisi ini
menjadikan penyu langka dan nyaris punah.
Untuk mengembalikan
ekosistem yang ada, sejumlah nelayan secara sadar membentuk kelompok
konservasi penyu. Mereka akan membeli seharga Rp2.000 telur-telur yang
ditemukan warga di sepanjang pesisir. Telur ini kemudian dikumpulkan
menjadi satu untuk ditetaskan. Setelah dua atau tiga bulan menetas,
penyu dilepaskan kembali ke laut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar