Kamis, 13 Desember 2012

Proses Penyembuhan Luka



Proses Penyembuhan Luka

Sebagian orang orang masih belum paham akan apa artinya sebuah luka. Oleh sebab itu mari kita ulas apa itu luka. Kulit merupakan organ yang cukup luas yang terdapat dipermukaan tubuh, dan berfungsi sebagai pelindung untuk menjaga jaringan internal dari trauma, bahaya radiasi ultraviolet, temperatur yang ekstrim, toksin, dan bakteri.
Kulit terdiri dari beberapa lapisan; epidermis, dermis dan lapisan jaringan subkutaneus. Selengkapnya epidermis, dermis, kelenjar keringat, folikel rambut, kelenjar keringat, apokrin, kelenjar sebasea, lapisan subkutaneus dan kuku.
Luka adalah rusaknya struktur dan fungsi anatomis kulit normal akibat proses patologis yang berasal dari internal maupun eksternal dan mengenai organ tertentu.
Jenis luka menurut penyebabnya, meliputi luka disengaja dan luka yang tidak disengaja.
Jenis luka menurut tingkat keparahan, meliputi luka dengan perforasi, luka pada permukaan dan luka dengan penetrasi.
Jenis luka menurut kontaminasi terhadap luka, meliputi luka bersih, luka terkontaminasi bersih, luka terkontminasi, luka terinfeksi dan luka terkolonisasi.
Jenis luka menurut kualiatas deskriptif, meliputi luka Laselerasi, luka abrasi dan luka kontusio.
Definisi Penyembuhan luka.
Penyembuhan luka adalah proses penggantian dan perbaikan fungsi jaringan yang rusak. Penyembuhan luka melibatkan integrasi proses fisiologis. Sifat penyembuhan pada semua luka sama, dengan variasinya bergantung pada lokasi, keparahan dan luasnya cedera.

Proses Penyembuhan Luka :

Penyembuhan Primer
Fase Inflamasi (Reaksi)
Inflamasi merupakan reaksi tubuh terhadap luka yang dimulai setelah beberapa menit dan berlangsung selama sekitar 3 hari setelah cedera. Proses perbaikan terdiri dari mengontrol perdarahan (hemostatis), mengirim darah dan sel ke area yangmengalami cedera (inflamas), dan membentuk sel-sel epitel pada tempat cedera (epitelialisasi). Selama proses hemostatis, pembuluh darah yang cedera akan mengalami konstriksi dan trombosit berkumpul untuk menghentikan perdarahan. Bekuan-bekuan darah membentuk matriks fibrin yang nantinya akan menjadi kerangka untuk perbaikan sel
Fase Proliferasi (Regenerasi)
Fase proliferasi terjadi dalam waktu 3-24 hari. Aktivitas utama selama fase regenerasi ini adalah mengisi luka dengan jaringan penyambung atau jaringan granulasi yang baru dan menutup bagian atas luka dengan epitelisasi
Maturasi (Remodeling)
Maturasi, yang merupakan tahap akhir proses penyembuhan luka, dapat memerlukan waktu lebih dari satu tahun, bergantung pada kedalaman dan kaluasan luka. Serat kolagen mengalami remodeling atau reorganisasi sebelum mencapai bentuk normal. 
Penyembuhan Sekunder
Luka dengan jaringan yang hilang, seperti : luka bakar,luka tekan atau luka laserasi yang parah akan mengalami penyembuhan sekunder. Penyembuhan sekunder memerlukan waktu yang lebih lama sehingga kemungkinan terjadinya infeksi lebih besar. Tepi luka tidak saling berdekatan. Luka akan tetap terbuka hingga terisi oleh jaringan parut. Luka terbuka yang besar biasanya lebih banyak mengeluarkan cairan dari pada luka tertutup. Inflamasi yang terjadi sering kali bersifat kronik dan jaringan yang ruasak lebih banyak dipenuhi oleh jaringan granulasi yangrapuh daripada dipenuhi oleh kolagen.
Komplikasi Penyembuhan Luka, meliputi fistula, eviserasi, dehisens, infeksi dan hemoragi. 


Sumber :
http://terselubungsekali.blogspot.com/2011/02/luka-adalah-hilang-atau-rusaknya.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Cedera
http://najwafahrini.blogdetik.com/2011/12/24/konsep-luka-dan-perawatan-luka/
http://dc366.4shared.com/doc/5sKOqI_F/preview.html
http://meetdoctor.com/article/5-tipe-luka-tubuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar