Kamis, 13 Desember 2012

Efektivitas pengunaan adsorben kulit pisang kepok dalam meningkatkan kualitas minyak goreng bekas







      Minyak goreng bekas sangat berbahaya karena mengandung asam lemak bebas yang tinggi,menurut mailing list  dari indohalal.com  dapat menyebabkan pengerasan otot pembuluh darah dan keracunan.

      Minyak bekas dapat ditingkatkan kualitasnya dengan cara penambahan penyerap tertentu. Penelitian menemukan ekstrak mengkudu dapat digunakan sebagai penyerap untuk meningkatkan kualitas minyak bekas.

      Menurut Dorfner (1995) zat penyerap ini akan mengikat zat pengotor dengan gaya van der waals melalui proses adsorpsi.

      Penelitian ini menggunakan kulit pisang kepok sebanyak 80 gr dengan minyak goreng bekas sebanyak 5 liter selama 10 menit.

      Hasilnya kadar air menurun  dan akhirnya stabil,pada proses ini air diserap oleh kulit pisang yang digoreng selama 10 menit dan ada juga air yang menguap selama pengorengan.

      Tingginya angka asam karena proses oksidasi oleh panas,oksidasi terjadi karena adanya kontak antara lapisan minyak panas dengan oksigen dan oksidasi akan menimbulkan asam lemak bebas.

      Angka asam yang dikandung oleh minyak bekas 0,26-0,91,sedangkan pada minyak bekas yang diberi perlakuan dengan kulit pisang juga meningkat antara 0,24-0,84,efektifitas  rata-rata sebesar 7,57% untuk menurunkan kualitas angka asam.

      Bilangan penyabunan pada minyak baru adalah 251,33 angka ini semakin menurun karena lamanya pengorengan  222,56-171,59,angka ini semakin meningkat setelah diberi kulit pisang kepok berkisar antara 225,41-172,84,hal ini disebabkan semakin bertambahnya angka asam yang harus disabunkan oleh KOH 0,077N.

      Bilangan penyabunan turun setelah diberi kulit pisang,efektifitas rata-rata hanya 0,98%,maka kulit pisang tidak mampu menyerap asam lemak bebas sehingga jumlah KOH 0,077 N untuk menyabunkan asam lemak bebas bertambah dan bilangan penyabunan menurun.

      Bilangan iod pada minyak baru adalah 42,81 angka ini terus menurun seiring lamanya pengorengan yaitu 38,47-27,28,setelah diberi kulit pisang bilangan iod semakin menurun antara 38,76-27,44 efektifitas rata-rata pun hanya 0,68%,kulit pisang kembali tidak efektif dalam meningkatkan kualitas bilangan iod pada minyak bekas .

      Kulit pisang sangat kecil pengaruhnya terhadap Angka perioksida,efektifitasnya hanya 5,99%.

      Maka diketahui pemberian kulit pisang pada minyak goreng bekas hanya efektif pada kualitas kadar air saja dan tidak meningkatkan kualitas minyak goreng bekas lainya.

      Hal ini disebabkan karena kulit pisang itu sendiri tidak diaktivasi terlebih dahulu.

      Pada warna,kulit pisang memberikan warna yang terang dari minyak bekas.

      Sehingga kebiasaan masyarakat yang berusaha menjernihkan minyak goreng bekas dengan metode ini harus dihentikan .

      Karena kualitas kimia yang ada pada minyak goreng menurun setelah diberi kulit pisang walaupun kasat mata,warna minyak bekas agak jernih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar