•
Minyak
goreng bekas sangat berbahaya karena mengandung asam lemak bebas yang
tinggi,menurut mailing list dari
indohalal.com dapat menyebabkan pengerasan
otot pembuluh darah dan keracunan.
•
Minyak
bekas dapat ditingkatkan kualitasnya dengan cara penambahan penyerap tertentu.
Penelitian menemukan ekstrak mengkudu dapat digunakan sebagai penyerap untuk
meningkatkan kualitas minyak bekas.
•
Menurut
Dorfner (1995) zat penyerap ini akan mengikat zat pengotor dengan gaya van der
waals melalui proses adsorpsi.
•
Penelitian
ini menggunakan kulit pisang kepok sebanyak 80 gr dengan minyak goreng bekas
sebanyak 5 liter selama 10 menit.
•
Hasilnya
kadar air menurun dan akhirnya
stabil,pada proses ini air diserap oleh kulit pisang yang digoreng selama 10
menit dan ada juga air yang menguap selama pengorengan.
•
Tingginya
angka asam karena proses oksidasi oleh panas,oksidasi terjadi karena adanya
kontak antara lapisan minyak panas dengan oksigen dan oksidasi akan menimbulkan
asam lemak bebas.
•
Angka
asam yang dikandung oleh minyak bekas 0,26-0,91,sedangkan pada minyak bekas
yang diberi perlakuan dengan kulit pisang juga meningkat antara
0,24-0,84,efektifitas rata-rata sebesar
7,57% untuk menurunkan kualitas angka asam.
•
Bilangan
penyabunan pada minyak baru adalah 251,33 angka ini semakin menurun karena
lamanya pengorengan 222,56-171,59,angka
ini semakin meningkat setelah diberi kulit pisang kepok berkisar antara
225,41-172,84,hal ini disebabkan semakin bertambahnya angka asam yang harus
disabunkan oleh KOH 0,077N.
•
Bilangan
penyabunan turun setelah diberi kulit pisang,efektifitas rata-rata hanya
0,98%,maka kulit pisang tidak mampu menyerap asam lemak bebas sehingga jumlah
KOH 0,077 N untuk menyabunkan asam lemak bebas bertambah dan bilangan
penyabunan menurun.
•
Bilangan
iod pada minyak baru adalah 42,81 angka ini terus menurun seiring lamanya
pengorengan yaitu 38,47-27,28,setelah diberi kulit pisang bilangan iod semakin
menurun antara 38,76-27,44 efektifitas rata-rata pun hanya 0,68%,kulit pisang
kembali tidak efektif dalam meningkatkan kualitas bilangan iod pada minyak
bekas .
•
Kulit
pisang sangat kecil pengaruhnya terhadap Angka perioksida,efektifitasnya hanya
5,99%.
•
Maka
diketahui pemberian kulit pisang pada minyak goreng bekas hanya efektif pada
kualitas kadar air saja dan tidak meningkatkan kualitas minyak goreng bekas
lainya.
•
Hal
ini disebabkan karena kulit pisang itu sendiri tidak diaktivasi terlebih
dahulu.
•
Pada
warna,kulit pisang memberikan warna yang terang dari minyak bekas.
•
Sehingga
kebiasaan masyarakat yang berusaha menjernihkan minyak goreng bekas dengan
metode ini harus dihentikan .
•
Karena
kualitas kimia yang ada pada minyak goreng menurun setelah diberi kulit pisang
walaupun kasat mata,warna minyak bekas agak jernih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar