PT. Tanjung Enim Lestari Pulp adalah industri yang
memproduksi pulp dengan proses kraft dengan bahan baku utamanya adalah kayu Acassia
Magnium. Proses kraft dapat meningkatkan kekuatan pulp.
Brightness merupakan salah satu parameter menentukan kualitas
pulp.
Pada tiap tahapan digunakan bahan kimia bertujuan memutihkan
pulp. Bahan-bahan kimia mempengaruhi sifat fisik maupun sifat kimia pulp,
seperti viskositas pulp dan struktur kimia selulosa pulp setelah proses
bleaching.
Tujuan bleaching pulp kimia adalah untuk menghilangkan lignin
setelah proses pemasakan untuk memperoleh kualitas semi putih dengan brightness
berkiasr 60-70%.
Pada penelitian ini ada beberapa analisa yang dilakukan yaitu
kappa-number,vis-cosity carboxyl content ,brightness dan alpha-beta-gamma
selulosa pada pulp.pulp yang dianalisa berasal dari PT. Tanjung Enim Lestari
yang terletak di kabupaten MuaraenimProvinsi Sumatera Selatan.
1.
metode analisa kappa-number pulp
2.
Metode
analisa viskositas pulp
3.
Metode
analisa alpha-beta-gamma selulosa
4.
Metode
analisa Carboxyl content
Dalam analisa ini terdapat lima analisa pulp yang meupakan
parameter penting dalam kualitas fisik
dan kimianya.
Kappa-number,alpa-beta-gamma selulosa dan carboxyl content
merupakan parameter penentu kimia pulp. Sedangkan viscosity dan brightness
merupakan penentu sifat fisik pulp.
Kappa-number adalah nilai yang dipakai untuk menentukan
kandungan lignin didalam pulp.
Alpha-beta-gamma
selulosa adalah untuk menentukan fraksi kelarutan selulosa dalam larutan
alkali kuat dan beta selulosa merupakan
fraksi yang terlarut dalam alkali kuat tetapi mengendap dalam larutan yang
dinetralkan, sedangkan gamma selulosa merupakan fraksi yang terlarut dalam
alkali kuat maupun larutan yang dinetralkan.Carboxyl content adalah untuk
menentukan kandungan karboksil dalam pulp selama proses delignifikasi dan
bleaching.
Dari data hasil analisa evaluasi pulp
dapat dilihat bahwa proses bleaching sangat mempengaruhi kualitas fisik dan
kimia pulp. Hal ini dikarenakan selama proses bleaching digunakan bahan kimia
pemutih seperti klor dioksida, natrium dioksida, oksigen dan perioksida. Banyak bahan kimia yang digunakan merupakan
faktor penting karena jika jumlah pemakaian terlalu tinggi maka terjadi
oksidasi tidak hanya terjadi pada lignin tetapi juga terjadi pada selulosa yang
dapat menggurangi sifat-sifat kekuatan karena terjadinya degradasi selulosa
yang membuat rantai selulosa lebih pendek.
Hal ini dapat dilihat nilai
viskositasnya, % alpha dan kandungan karboksil semakin rendah setelah melewati
beberapa tahapan bleaching dari tahap Do-Eop-D1-D2 sampai final produk.
nilai viskositas berbanding lurus
dengan persen alpha selulosa ,kandungan karboksil sedangkan brightness
berbanding terbalik dengan viskositas. Bahwa semakin tinggi viskositas maka
persen alpha selulosa dan kandungan karboksil pada pulp semakin meningkat
.semakin tinggi nilai alpha maka rantai selulosa semakin panjang sehingga
derajat polimerisasinya tinggi
Kesimpulan
1)
Proses
bleaching sangat mempengaruhi kualitas fisik dan kimia pulp.
2)
Viskositas
yang tinggi menunjukan derajat
polimerisasi yang tinggi dengan kelarutan pulp yang rendah.
3)
Viskositas
menggalami penurunan pada tiap tahapan bleaching (Do-EOP-D1-D2) dan produk
akhir dengan nilai viskositas berkisar 11,8-9,7 mpas.
4)
Brightness
yang di dapat dari sampel pulp sheet
yaitu kecil dari 89% hsil ini sesuai dengan standar ISO yang ditetapkan.
5)
Viskositas
berbanding lurus dengan alpha selulosa , dan kandungan karboksil sedangkan
brigthness berbanding terbalik dengan viskositas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar