Kamis, 13 Desember 2012

Pengaruh Penggunaan Bahan Kimia Selama Proses Bleaching Terhadap Kualitas Fisik Dan Kimia Pulp



PT. Tanjung Enim Lestari Pulp adalah industri yang memproduksi pulp dengan proses kraft dengan bahan baku utamanya adalah kayu Acassia Magnium. Proses kraft dapat meningkatkan kekuatan pulp.
Brightness merupakan salah satu parameter menentukan kualitas pulp.
Pada tiap tahapan digunakan bahan kimia bertujuan memutihkan pulp. Bahan-bahan kimia mempengaruhi sifat fisik maupun sifat kimia pulp, seperti viskositas pulp dan struktur kimia selulosa pulp setelah proses bleaching.

Tujuan bleaching pulp kimia adalah untuk menghilangkan lignin setelah proses pemasakan untuk memperoleh kualitas semi putih dengan brightness berkiasr 60-70%.
Pada penelitian ini ada beberapa analisa yang dilakukan yaitu kappa-number,vis-cosity carboxyl content ,brightness dan alpha-beta-gamma selulosa pada pulp.pulp yang dianalisa berasal dari PT. Tanjung Enim Lestari yang terletak di kabupaten MuaraenimProvinsi Sumatera Selatan.
1.      metode analisa kappa-number pulp
2.     Metode analisa viskositas pulp
3.     Metode analisa alpha-beta-gamma selulosa
4.     Metode analisa Carboxyl content 

Dalam analisa ini terdapat lima analisa pulp yang meupakan parameter  penting dalam kualitas fisik dan kimianya.
Kappa-number,alpa-beta-gamma selulosa dan carboxyl content merupakan parameter penentu kimia pulp. Sedangkan viscosity dan brightness merupakan penentu sifat fisik pulp.
Kappa-number adalah nilai yang dipakai untuk menentukan kandungan lignin didalam pulp.
Alpha-beta-gamma  selulosa adalah untuk menentukan fraksi kelarutan selulosa dalam larutan alkali kuat dan beta selulosa merupakan  fraksi yang terlarut dalam alkali kuat tetapi mengendap dalam larutan yang dinetralkan, sedangkan gamma selulosa merupakan fraksi yang terlarut dalam alkali kuat maupun larutan yang dinetralkan.Carboxyl content adalah untuk menentukan kandungan karboksil dalam pulp selama proses delignifikasi dan bleaching.

ž Dari data hasil analisa evaluasi pulp dapat dilihat bahwa proses bleaching sangat mempengaruhi kualitas fisik dan kimia pulp. Hal ini dikarenakan selama proses bleaching digunakan bahan kimia pemutih seperti klor dioksida, natrium dioksida, oksigen dan perioksida.  Banyak bahan kimia yang digunakan merupakan faktor penting karena jika jumlah pemakaian terlalu tinggi maka terjadi oksidasi tidak hanya terjadi pada lignin tetapi juga terjadi pada selulosa yang dapat menggurangi sifat-sifat kekuatan karena terjadinya degradasi selulosa yang membuat rantai selulosa lebih pendek.
ž Hal ini dapat dilihat nilai viskositasnya, % alpha dan kandungan karboksil semakin rendah setelah melewati beberapa tahapan bleaching dari tahap Do-Eop-D1-D2 sampai final produk.

nilai viskositas berbanding lurus dengan persen alpha selulosa ,kandungan karboksil sedangkan brightness berbanding terbalik dengan viskositas. Bahwa semakin tinggi viskositas maka persen alpha selulosa dan kandungan karboksil pada pulp semakin meningkat .semakin tinggi nilai alpha maka rantai selulosa semakin panjang sehingga derajat polimerisasinya tinggi

Kesimpulan
1)    Proses bleaching sangat mempengaruhi kualitas fisik dan kimia pulp.
2)    Viskositas yang tinggi menunjukan  derajat polimerisasi yang tinggi dengan kelarutan pulp yang rendah.
3)    Viskositas menggalami penurunan pada tiap tahapan bleaching (Do-EOP-D1-D2) dan produk akhir dengan nilai viskositas berkisar 11,8-9,7 mpas.
4)    Brightness yang di dapat dari sampel pulp sheet  yaitu kecil dari 89% hsil ini sesuai dengan standar ISO yang ditetapkan.
5)    Viskositas berbanding lurus dengan alpha selulosa , dan kandungan karboksil sedangkan brigthness berbanding terbalik dengan viskositas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar