Pengertian
oksida & Hidrida
Oksida
adalah senyawa kimia yang
sedikitnya mengandung sebuah atom oksigen serta sedikitnya sebuah unsur lain.
Hidrida
merupakan nama yang diberikan untuk ion negatif Hidrogen H−.
Walaupun ion ini tidak akan ada tanpa kondisi yang khusus, istilah hidrida
digunakan secara luas untuk menyebut sebuah senyawa hidrogen dengan unsur lain,
terutama untuk unsur golongan 1–16.
Keperiodikan sifat
oksida
Oksigen dapat membentuk senyawa
(oksida) dengan hampir semua unsur, kecuali beberapa gas mulia. Inilah alasan
mengapa oksigen awalnya digunakan sebagai standar massa atom. Ketika prosedur
untuk menentukan massa atom belum disepakati secara penuh, saat itu lebih
nyaman digunakan ”ekuivalen”, yakni kuantitas zat yang tepat bereaksi dengan
sejumlah tertentu oksigen. Bahkan hingga kini, membandingkan sifat oksida sama pentingnya
dengan membandingkan sifat unsur-unsurnya.
Sifat
senyawa oksida
Sebagian
besar kalor pembentukan oksida, yakni kalor reaksi saat unsur bereaksi dengan
oksigen, besar dan negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa paling tidak ada satu
oksida stabil. Hanya terdapat beberapa oksida yang memiliki nilai kalor
pembentukan positif, yakni oksida halogen atau gas mulia.
Klasifikasi
oksida
Akan
lebih mudah mengklasifikasikan oksida berdasarkan keasaman dan kebasaannya
karena hampir semua oksida bersifat asam atau basa.
Produk
reaksi antara oksida dan air biasanya memiliki gugus hidroksi.
` Banyak oksida bersifat asam bahkan
bila oksida-oksida ini tidak memiliki hidrogen. Dalam hal produk reaksi antara
oksida asam dan air, hidrogen dari gugus hidroksi cenderung terdisosiasi
menjadi proton.
Jadi,
asam yang mengandung hidrogen asam terikat pada oksigen disebut asam okso. Di
pihak lain,
produk
reaksi antara oksida basa dan air dinamai dengan hidroksida yang mengandung
gugus hidroksi yang cenderung terdisosiasi sebagai ion hidroksida OH¯.
Keperiodikan
sifat hidrida
Sebagian
besar unsur golongan utama menghasilkan hidrida ketika bereaksi dengan
hidrogen, tetapi kestabilan hidridanya bergantung pada letak unsur dalam tabel
periodik. Hidrida unsur golongan 1 dan 2 yang elektropositif dan unsur golongan
16 dan 17 yang elektronegatif bersifat stabil, sementara hidrida golongan 13,
14, dan 15 unsur logam berat kadang sukar disintesis.
Hidrida
unsur Logam Alkali & Alkali tanah
Hidrida
unsur logam alkali dan logam alkali tanah adalah kristal tak berwarna, dan
dengan elektrolisis lelehan hidrida akan dihasilkan hidrogen di anoda. Jadi
Semua hidrida ini adalah basa kuat.
Hidrida
Golongan 13 & 14
Beberapa
unsur golongan 13 dan 14 memiliki lebih dari satu hidrida.
Misalnya,
hidrida karbon tidak hanya metana CH4, tetapi juga karbena CH2,
walaupun sukar mengisolasi CH2 sebab ketakstabilannya yang terlalu
besar.
Semua
hidrida unsur golongan 14 termasuk metana adalah molekul kovalen.
Hidrida
Golongan Utama
Umumnya
hidrida unsur golongan utama adalah molekul, hidrida jenis ini memiliki titik
didih dan titik leleh
yang khas, dan menunjukkan keperiodikan. . Namun, hidrida unsur periode 2 tidak terlalu berperilaku
seperti itu. Misalnya, titik didihnya jauh lebih besar daripada hidrida unsur periode
ke3.
Sifat-sifat
fisik seperti titik didih dan titik leleh sedikit banyak menunjukkan
keperiodikan. Di antara unsur yang ada dalam golongan yang sama, keperiodikan
ini kadang jelas. Misalnya, di antara halogen perubahan unsur dari gas menjadi
cair, dan dari cair menjadi padat. Perubahan ini tidak harus seragam. Nitrogen
adalah gas, tetapi fosfor dan unsur lain adalah padat. Jelas terlihat ada
ketidakkontinyuan di sini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar