Jumat, 14 Desember 2012

Ibu kota pindah?

Tingginya curah hujan di Jakarta dan Bogor beberapa hari ini, diprediksi meningkatkan debit air di Manggarai, Jakarta Selatan. Beberapa wilayah langganan banjir di ibukota diminta untuk waspada.

"Dari hulu wilayah Kalibata, Jakarta Selatan, khususnya Rawajati, adalah wilayah yang pertama kali terkena dampak naiknya debit air," kata penanggung jawab pintu air Manggarai, Pardjono, kepada VIVAnews.com.

Ia mengatakan, beberapa wilayah di Jakarta Timur juga akan terkena dampak dari naiknya debit air. "Cawang di belakang RS Budi Asih, Gang Arus, Bukit Duri, Bidara Cina, Kebon Baru dan Kampung Pulo juga merupakan daerah rawan banjir," tambahnya.

Meski demikian Pardjono belum bisa memastikan kapan debit air akan menanjak tinggi. Semua tergantung intensitas hujan yang terjadi di Bogor dan Jakarta. "Tingginya debit air tergantung dari curah hujan yang terjadi," terang dia.

Saat ini, menurut Pardjono, ketinggian di pintu air Manggarai rata-rata baru mencapai 690 cm. Namun tidak menutup kemungkinan akan terus naik apabila debit air di bendungan Katulampa tinggi.

Saat ini wilayah Jakarta yang sudah terendam banjir adalah kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan. Air menggenangi rumah penduduk di RT 11. Ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter. Banjir ini juga menjadi perhatian khusus dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar